Tepat 2 bulan hari ini anak sulungku Wildan masuk SMA. barangkali tidak terlalu istimewa dijaman sekarang semua anak-anak rata-rata sudah sekolah sma bahkan perguruan tinggi,
tapi bagiku hal ini sungguh sangat istimewa bukan hanya karena anakku masuk di salah satu SMA favorit di kotaku tetapi juga adalah masa-masa dia harus jauh dariku, pisah rumah, ngak bisa makan sore bareng setiap hari dan yang pasti tidak bisa mengawasi semua kegiatannya setiap hari.
kami memang tinggal di desa lebih dekat ke tempat kerja ku dan suami jadi otomatis anakku harus pindah ke pusat kota sesuai sma yang diinginkan.
Sebetulnya di desa kami ada SMA yang cukup baik tetapi pertimbangan keamanan di jalan sehingga aku dan suami memutuskan untuk menyekolahkan di tempat lain.
heem buat beberapa ibu barangkali moment pisah anak dianggap biasa saja, biasanya satu minggu rasanya kehilangan sudah itu biasa saja........tapi bagiku lain, aku kawatir makannya gimana? sholatnya gimana? kegiatannya apa?, takut sakit kalau malam hari bagaimana? pokokke semuanya aku pikirkan, sebulan pertama aku tiap hari aku terus telpon anakku (mak rempong ya padahal malah ganggu anaknya kan...........)tapi gimana ya namanya kelhilangan bahkan beberapa makan favoritnya hampir 1 bulan aku ngak makan, hanya karena rasanya ngak bisa ngelek kalau basa jawanya hehe...........setiap makan favoritnya.
oh ya anakku kos di dekat sekolah dengan pertimbangan disana makan dan cuci baju langsung oleh ibu kos
bukan karena anak mami ya? tapi perlu diketahui anak-anak sekarang lain dari pada kita dulu, susah makan dan susah beberes, padahal yang salah maknya juga ya? haduuh mau gimana lagi.........hehe.....
tapi teteplah saran ku perhatikan makannya, bukan apa-apa anak kos sekarang maunya yang pratis, apalagi ada mie instan hadeh..........banyak banget anak2 tetanggaku yang sakit gegara ini, oh ya di lingkungan perumahanku hampir semua anak-anaknya sekolah diluar lingkungan kami bahkan ada yang didaerah asal ortunya masing-masing, khususnya mengijak sekolah menengah
Balik lagi ceritaku tentang anakku yang sulung ya........
pisah dengan anakku juga membuat dapur kami menjadi 2, bukan apa2 bulan pertama kebutuhannya luar biasa banyak mulai dari tetek bengek kosan, baju sekolah baru, les pelajaran sekolah bahkan uang jajan dan ongkos.
hehe........awal-awal sekolah anakku betul betul belum bisa mengatur keperluan sekolah, kalau mau beli buku langsung dibayar sekaligus jadi kemudian laporan belum satu minggu duitnya tinggal Rp. 30.000 , padahal siang harus makan disekolahan, hadeh......terpaksa deh aku pulang kerja musti ke kota buat anterin duit lagi, sudah emaknya rempong eh anaknya juga rempong.........giliran mau ditransfer lewat keponakan dia ngak mau karena mau ketemu ibunya. belum lagi kalau sepi dan ngak ada kegiatan haduh kasihan anakku, oh Ilove you nang........
satu bulan berlalu rasanya aku kekota hampir setiap minggu untuk menjenguk anakku sekaligus membantu segala keperluannya. ngak kebayang ya kalau anakknya jauh di daerah lain bakalan ribet kayaknya urusan cuti, biaya dll. untung kami mencoba pelan-pelan mengajarkan anakku mandiri, hitung-hitung persiapan kalau nanti kuliah.
Sekarang 2 bulan berlalu jagoanku sudah mulai bisa mengatur keperluannya sendiri, sambil aku sendiri mulai melepaskan bebanku mengiklaskan anakku wildan untuk berkembang dan mandiri, aku yakin Allah pasti menjaganya, uang juga sudah bisa ngatur, jadwalnya juga sudah padat, mulai dari sekolah, les, esskul basket dan lain-lain. semua tetep dukungan oran tua pastinya.
sehingga sekarang aku tidak setiap minggu harus ke kita, mandiri ya nak.
sekarang anakku juga terpilih jadi pemain basket di club sekolahanya, bahkan sudah disejajarkan dengan anak-anak kelas 12, Alhamdulillah.........
Baik-baik disana ya nang, jaga kesehatan, jaga diri, jaga sholat, jaga tilawah Qur'an, tetap istiqomah....
segala cinta, doa dan harapan ibu dan bapak serta adik untuk mas, sukses selalu.....kejar cita-citamu setinggi bintang dilangit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar