Senin, 28 September 2015

MENANTU VS MERTUA

Ada sebutan menantu dan ada sebutan mertua, 2 hal yang saling terkait untuk seseorang yang menikah
dan..........rasanya tidak asing lagi adanya konflik antara menantu dan mertua hal ini bukan hanya berlaku di Indonesia tapi juga ada kejadian yang sama atau hampir mirip di beberapa negara.
So........saya sendiri juga mengalaminya............sejak menyandang gelar sebagai istri maka otomatis saya jadi punya mertua (bapak mertua dan ibu mertua red).
kalau dengan bapak mertua relatif kita sebagai menantu seringnya nyaman-nyaman aja ya tapi........biasa dengan ibu mertua kita kudu banyak penyesuain, hal ini juga berlaku disaya.
Bagaimana tidak,  suami saya anak bungsu, laki-laki satu satunya dan sarjana pisan.....
ngak kebayangkan gimana over protectivenya ibu mertua saya kepada suami saya.
Sebetulnya sebelum menikah saya sudah menyadari  bakalan ada ganjalan dengan mertua terutama ibunya
dan pada saat itu juga sebetulnya ada beberapa laki-laki yang mapan siap menikah dengan saya
tapi  inilah takdir bagaimana pun saya pun harus menemui takdir saya menikah dengannya.
Awal menikah mulai ibu mertua mengatur kami, mulai dari tempat tinggal, perabot dan lain-lainnya.....
bahkan apa yang kami makan terutama yang dimakan suami saya selalu di bahas beliau.
dan yang saya ingat sampai sekarang suami saya ngak boleh belanja untuk dimasak dan ngak boleh mengeluarkan air minum kalau ada tamu (saya sampai sekarang ngak paham kenapa ya?? hehe..........)
waktu itu saya lagi ngidam jadi suami yang mau masakin kami berdua jadi otomatis suami yang belanja, padahal itu kan romantis ya hehe..........
Oh ya awal menikah saya tinggal dirumah kakak ipar (mba suami ) yang rumahnya tidak ditempati, sehingga ibu mertua merasa itu rumah keluarganya sehingga setiap hari beliau bisa datang dan mengatur isi rumah.
mertua saya hobby masak loh dan hobby ngomong semuanya diomangin sampai dia tidak perduli lagi saya sakit hati atau tidak,  jadi semua diatur dan semua diomongin  mulai dari isi rumah, makanan, penampilan saya bahkan teman-teman saya dan semuanya negatif...........beda dengan saya, saya termasuk orang yang pendiam hampir semua hal yang dilakukan ibu mertua saya simpan sendiri tidak pernah cerita ke keluarga, pernah sih saya coba membicarakan dengan suami eh...kok ujung2nya ribut
malah ngak selesai.
puncak kesadaran saya muncul untuk berubah ketika saya sudah sakit hati dengan perlakuan beliau dengan saya ketika beliau bilang yang kami tempati adalah rumah beliau jadi apapun yang dia lakukan tidak boleh di ganggu gugat termasuk aturan semau beliau, dan waktu itu kakaknya juga mulai ikut-ikutan ngatur. bahasanya cukup pedas tapi saya sudah lupa  (melupakannya red)
deg...........sakitnya tuh di situ ya, akhirnya saya mulai harus buka mata saya, setiap hari saya berdoa bagaimana mengahiri semua ini tanpa menimbulkan konflik keluarga.
saya sadar sepenuhnya ada beberapa mertua yang tidak bisa terlalu didekati dan jangan juga dijauhi.
oh ya waktu itu kami secara finansial juga masih pas-pasan, pas buat makan. sementara kakak ipr saya cukup berada sehingga ibu mertua sering membbandingkan pemberian kami dibandingkan dengan kakak ipar saya.
Alhamdulilah Allah mendengar doa saya dan saya mendapat jalan keluar.
saya dan suami putuskan keluar dari rumah kakak suami saya dan mencoba tinggal di rumah perusahaan
awalnya semua keluarga suami menentang tapi kami sudah bertekat untuk mandiri. bahkan ada yang meneror saya lewat telpon mau menguasai suami saya sendiri.
tapi kami sudah bertekat bukan untuk menghindari keluarga apalagi ibu mertua tapi supaya kami bisa mandiri termasuk bagaimana kami merencanakan hidup kami selanjutnya.
dengan usaha kami berdua yang rajin menabung dan iritte pol itu kata mertua saya hihi.........ada ceritanya waktu itu beliau datang mau lebaran sementara kue kami cuma ada 2 toples itupun didapat dari kiriman ibu saya, beliau sempet bilang kue gur rong tolpes delok kae neng umah akeh banget kiriman mbamu, orepmu kok mlarat temen....pake bahasa jawa terjemahannya adalah sbb: kue kok cuma 2 toples lihat tuh dirumah kue banyak banget dibelikan kakakmu, hidup kok miskin banget.
waktu itu saya tanggapi beliau dengan santai, wah enak banget ya bu kirimi cucunya dong yang disini hehe.......
oh ya meskipun kami di cemooh bahkan di nomor duakan tapi saya dan suami tidak putus silahturahmi ke orang tua, kami berprinsip kami hanya perlu memiliki privacy sendiri dalam rumah tangga tapi cinta dan sayang dan hormat kami tidak ada berkurang untuk keluarga. 
Akhirnya tidak sampai 2 tahun kami punya rumah di lingkungan tempat kami bekerja dan seiring waktu kami pun semakin mantap di pekerjaan dan usaha.
kesadaran ibu muncul untuk tidak merendahkan kami terutama aku adalah ketika bapak mertua sakit seluruh biaya pengobatan kami yang tanggung, bahkan kemudian setelah bapak meninggal, baik ibu dan bapak kami hajikan dan hampir semua keperluan ibu sampai sekarang terus kami penuhi........
oh ya ibu mertua saya mualaf loh dan ketika saya masuk kekeluarga suami, termasuk belum rajin ibadahnya jadi pengalaman ibadah haji merupakan hal yang paling membahagiankan sekaligus membanggakan beliau.
dan kini kami saya dan mertua seperti ibu dan anak sendiri, meskipun kami tidak tinggal serumah bahkan setiap keputusan beliau selalu dibicarakan dengan saya terlebih dahulu.
bahkan ibu paling rajin menginap dirumah kami, menemani anak-anak kami.
konon dari tetangga kanan kiri, kini ibu selalu membanggakan kami sebagai anak yang berbakti, bahkan melebihi kakak-kakanya yang lain.
itu  pengalamanku
kadang saya merenung sendiri kalau dulu saya tidak bertemu dengan mertua yang seperti mertua saya sekarang mungkin saya dan suami tidak bisa setangguh dan sekuat seperti sekarang.

1 komentar:

  1. "Saya sakit hati dengan mertua saya. Setiap kali saya teringat saat ia membentak saya bertahun-tahun yang lalu, saya rasanya mau marah dan masih kesal! Hati saya rasanya sakit setiap kali saya mengingat atau teringat-ingat kejadian itu. Hal itu membuat saya setiap kali melihat mukanya (mertua) saja sudah kesal dan mau marah!".

    Tahukah Anda kenapa ada banyak menantu yang merasa kesal, benci, marah, sedih, tertekan dan sakit hati dengan mertuanya?

    Tahukah Anda kenapa banyak sekali mertua yang memperlakukan menantunya begitu buruk sampai menantunya sakit hati dan berlinang air mata selama bertahun-tahun bahkan hingga berpuluh-puluh tahun?

    Tahukah Anda saat kita marah, benci, kesal, dendam, kecewa, sedih, dsj dengan seseorang maka sesungguhnya kita sedang mengalami “kebocoran energy?” itu sebabnya kita menjadi begitu mudah lelah dan rentan terkena penyakit karna daya tahan tubuh juga ikut menurun. Itu diluar secara LOA (Law of Attraction) ternyata kita otomatis “menarik” problem yang sejenis.

    Tahukah Anda, ternyata sakit hati dengan mertua selama bertahun-tahun, terbukti bisa sembuh dengan cepat dan tuntas hanya dengan teknologi… https://goo.gl/UqVJzd

    Baca kisah nyata bagaimana seorang menantu baik hati yang terluka hatinya karna perlakuan buruk mertua, berhasil menyembuhkan luka batin di hatinya dan melanjutkan hidupnya dengan bahagia, hanya di… https://goo.gl/UqVJzd

    BalasHapus