Selasa, 29 September 2015

Bapak Ibuku sumber inspirasiku

Assalamualaikum Wr.wb
Sungguh beruntung aku memiliki orang tua yang luar biasa hebat
banyak hal yang aku harus contoh dari beliau berdua (Insya Allah bisa)
Menginjak usia 80 bapakku dan ibuku 73 tahun, tahun ini, beliau berdua masih segar bugar tanpa  kurang suatu apapun, tanpa keluhan. sebetulnya kalau dilihat riwayat keluarga kami, saya 9 bersaudara dengan bapak yang hanya kepala sekolah SD dan ibu hanya ibu rumah tangga, tentulah beban hidup mereka teramat berat lah apalagi kami semua sekolah sampai sarjana.....
Tapi sekali lagi orang tuaku adalah orang tua yang luar biasa, dan sekarang baru aku sadari bahwa apa yang mereka lakukan tidak pernah neko-neko dan hidup simple dan jangan merepotkan orang lain bahkan anak sendiri....sungguh membuat saya takjub, bukan apa-apa kepada anakpun bapak ibu tak ingin merepotkan  apalagi kalau yang sudah berkeluarga, menurut beliau satu anak satu lagi mantu, tak usah lah membuat mereka bertekar hanya karena kepentingan orang tua.
Masa kecilku kulalui dengan keserhanaan jauh dari kesan mewah bahkan terbilang kurang tapi.......untuk hal-hal kesenengan ya, tapi kalau untuk sekolah bapak ibu sangatlah nomor satu
ngak bisa makan ngak papa yang penting anaknya sekolah titik
untuk menyekolahkan kami disamping dari gaji kepala sekolah SD ibu dan bapak juga berkebun dan bertani, tapi sepanjang aku tau belum pernah bapak ibu meminjam kepada saudara (entalah diera 80 an banyak anak2 dikampungku yang tidak sekolah sampai sarjana) sehingga bapak terutama sering di cemooh oleh tetangga bahkan saudara sendiri.
bahkan ada yang bilang terus terang : orang miskin aja mau sekolah emang mau jadi apa anaknya kalau sudah sekolah, paling nanti kerja disawah.
tapi sungguh bapak dan ibuku pekerja keras mereka malah lebih fokus untuk menyekolahkan anak-anaknya
dan yang aku salut dengan orang tuaku untuk menyekolahkan anak-anaknya semua beliau membayar sendir tanpa minta bantuan siapapun, bahkan ketika kakak-kakaku sudah mapat dan berkeluarga,beliau jika tidak bisa membayar SPP kami (adik-adiknya red) beliau rela hutang pada kakak-kakak kami
menurut orang tua ku biar adik-adik tidak perlu hutang budi dengan kakak-kakaknya.
Alhamdulillah.........kami kini semua sudah mapan dan berkecukupan, tapi kesederhanaan tetap menjadi ciri khas orang tuaku sampai sekarang.......
ketika ada kakak yang ingin memindahkan ke rumah yang lebih baik bapak ibu menolak tetap memilih tempat tinggal apa adanya yang mereka miliki sekarang dengan perabot seadanya dan ketika mereka kami beri uang selalu diberikan lagi kepada anak-anak kami, cucu -cucu beliau
Boro-boro minta, dikasih aja dibalikkan kembali lewat anak-anak kami
menurut bapak ibu mereka cukup hidup dengan uang pensiunan guru, sungguh bapak ibu tidak pernah merepotkan kami.
malah kadang aku suka ngomong tabungan untuk apa pak bu, kata mereka untuk persiapan kalau dari mereka sakit  tidak susah merepotkan anak-anak. hiks.......hiks......sedih rasanya sekaligus terharu
yang lebih membuat aku terharu, setiap kami berkunjung selalu dapat jatah beras panenan keluarga dan kadang-kadang masih ada diantara kami anak-anaknya yang berhutang kepada beliau tampa bayar lagi ...........hehe....9 bersaudara memang karakternya beda-beda dan bapak ibu sangat mengerti kami.
bahkan selalu mengademkan kami yang kadang2 jengkel lihat ulah anak yang lain yang berhutang.
sampai dengan sekarang dari 9 saudara, akulah satu-satunya yang tinggal paling jauh tapi beliau selalu ingat aku bahkan rajin menelponku sebulan sekali. 
love u bapak ibu, titip bapak dan ibu ya Allah, maaf aku tidak bisa merawatnya sepanjang waktu.
wassalamualaikum wr.wb
"Terimakasih bapak dan ibuku, segala cinta dan doaku untukmu, sehat selalu, panjang umur dan bahagia selalu "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar